Diabetes melitus usia lanjut

Oleh  : Happy Lauwrenz T dan Harsinen Sanusi
Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas  Kedokteran UNHAS

PENDAHULUAN

   Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai adanya hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.Yang dimaksud dengan diabetes mellitus pada usia lanjut adalah diabetes mellitus (DM) yang timbul pada usia lebih dari 65 tahun.DM usia lanjut umumnya berupa DM tidak tergantung insulin (DMTTI) atau “non insulin diabetes mellitus”(NIDDM) atau DM tipe II. Sedangkan DM yang tergantung insulin(DMTI) atau “insulin dependent diabetes mellitus (IDDM) atau DM tipe I hanya sekitar 5% dari seluruh populasi DM usia lanjut . Pada klasifikasi DM tahun 1997 menurut “American diabetes association” digunakan istilah DM tipe 1 dan DM tipe 2 ,sedangkan istilah IDDM dan NIDDM tidak digunakan lagi. Di negara barat usia 65 tahun keatas dianggap usia lanjut sedangkan bagi orang Indonesia dipakai batas usia 60 tahun keatas.

     Dengan bertambahnya usia terjadi gangguan metabolisme dalam tubuh sebagai akibat fisiologis dari proses penuaan. Penurunan toleransi glukosa yang terjadi pada usia ini bersama dengan faktor lain mendukung timbulnya DM pada usia lanjut.Diabetes mellitus pada usia lanjut biasanya asimtomatik ,onset perlahan dan sering ditemukan secara kebetulan pada waktu pemeriksaan laboratorium dibanding gambaran klinisnya.Sejumlah penderita DM usia lanjut umumnya tidak memperlihatkan gejala klasik DM seperti polidipsi,poliuri dan polifagi.Gejala-gejala seperti penurunan berat badan, kelemahan, anoreksia, inkontinensia, perubahan pola tidur dan gangguan kognitif yang selama ini dikenal sebagai komplikasi kronik DM dapat merupakan manifestasi awal pada DM usia lanjut.Dengan meningkatnya perhatian pada DM usia lanjut dan meningkatnya pemeriksaan gula darah rutin,proporsi penderita usia lanjut dengan DM yang dapat diagnosis semakin meningkat.

      Di negara barat berkat kemajuan dalam pengobatan dengan insulin maka memungkinkan lebih banyak penderita DM tergantung  insulin ( DM tipe I ) hidup lebih lama bahkan sampai usia lanjut.

    Telah terbukti dari penelitian prevalensi DM makin meningkat dengan bertambahnya usia . Prevalensi DM usia lanjut bervariasi.  Di Singapura dilaporkan sekitar 23,7%, Denmark 8,8%, kulit putih AS 17,9%, Finlandia 30% bahkan pernah dilaporkan 50% dari populasi usia lanjut.

      Pada penelitian yang dilakukan Ramachandran ,dkk di India, prevalensi DM usia lanjut ditemukan lebih tinggi pada mereka yang tinggal didaerah urban (23,7%) .Prevalensi DM usia lanjut di Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai Rumah Sakit dan Pusat Pendidikan adalah sebesar 15,9-32,7%.

     Gejala-gejala yang timbul pada DM usia lanjut biasanya tidak klasik sehingga seringkali tidak terdiagnosis dan merupakan resiko untuk terjadinya kematian. Mengingat tingginya prevalensi DM usia lanjut dan banyaknya penderita yang tidak terdiagnosis maka DM yang timbul pada usia ini perlu mendapat perhatian. Berikut ini dibahas mengenai patofisiologi, gambaran klinis, diagnosis ,penatalaksanaan serta komplikasi yang mungkin terjadi.

ETIOPATOFISIOLOGI

     Perubahan-perubahan anatomi,fisiologi dan biokimia dari sel tubuh akibat proses penuaan akan berpengaruh pada jaringan dan fungsi organ tubuh. Pada usia lanjut terdapat kenaikan kadar glukosa darah puasa dan sesudah pembebanan seiring dengan meningkatnya usia. Kadar glukosa darah puasa meningkat sekitar 0,05 mmol/l (0,9 mg/dl) per dekade dan kadar glukosa darah 1 dan 2 jam sesudah pembebanan glukosa (75 gram glukosa oral) meningkat 0,38-0,72 mmol/ l (6,8- 13 mg/dl) perdekade.

    Mekanisme intoleransi glukosa pada usia lanjut saat ini masih dalam penelitian dan tampaknya bersifat multifaktorial. Kelainan utama berupa resistensi insulin yang berhubungan langsung dengan beratnya intoleransi glukosa. Resistensi insulin ini terletak pada postreseptor. Sedangkan jumlah reseptor insulin pada otot dan jaringan perifer tidak dipengaruhi oleh umur. Resistensi insulin pada usia lanjut menyebabkan ambilan glukosa diperifer berkurang. Sebaliknya “hepatic glucosa output” tidak meningkat meskipun onset kerjanya sedikit lebih lambat dibanding penderita usia muda.

   Meynelli, menemukan bahwa pada penderita DM tipe 2 usia lanjut yang kurus didapatkan gangguan pelepasan insulin namun resistensi insulinnya minimal.Sebaliknya pada yang gemuk ,jumlah sirkulasi insulinnya adekuat namun terdapat resistensi insulin yang bermakna . Hepatic glucosa output tidak meningkat pada DM tipe 2 usia lanjut .Sebagaimana diketahui bahwa kadar glukosa selain ditentukan oleh “ hepatic glucosa output” juga ditentukan oleh sekresi insulin oleh sel beta dan pemakaian glukosa oleh organ target.

     Kelainan lain yang dijumpai pada DM usia lanjut adalah defek sekresi insulin oleh sel beta secara kualitatif dan kuantitatif. Hal ini akan memperlambat kenaikan awalkadar insulin setelah suatu rangsangan glukosa , bahkan pada beberapa penelitian dilaporkan hilangnya fase awal sekresi insulin. Defek sel beta yang menyebabkan sekresi insulin inadekuat masih diteliti. Kadar “islet amyloid polypeptide” (IAPP) atau “amylin” meningkat pada DM tipe 2 usia lanjut. Amylin ini diduga menginduksi resistensi insulin diperifer, menghambat sekresi insulin dan menyebabkan kerusakan sel beta .

     Belum terbukti bahwa intoleransi glukosa pada usia lanjut disebabkan oleh aktifitas yang berlebihan dari hormon kontra regulator insulin (katekolamin,glukagon,kortisol dan hormon pertumbuhan), meskipun didapatkan sensitifitas hati terhadap glukagon meningkat.Selain itu pada usia lanjut absorpsi glukosa dari usus lebih lambat sehingga mengganggu toleransi glukosa sesudah makan.

   Selain itu intoleransi glukosa pada usia lanjut juga dapat didukung antara lain oleh meningkatnya massa lemak tubuh, aktifitas fisik yang berkurang, berkurangnya asupan karbohidrat ,gangguan faal ginjal, hipokalemia , peningkatan aktifitas sistim saraf simpatis dan penggunaan obat-obat yang bersifat diabetogenik (misalnya thiaside,beta adrenoceptor antagonis,fenotiasin)...........................

    Jika  anda tertarik dengan artikel di atas, anda dapat mendownload ebooknya secara langsung pada link yang terdapat dibagian bawah artikel ini.


ini Link downloadnya :    Ebook  Diabetes melitus pada usia lanjut


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Dokter Network Angk 97