Definisi serta angka kekerapan diabetes gestasi menurut beberapa peneliti

Oleh : Prof. Dr. John MF Adam, SpPD-KE
Bagian Ilmu Penyakit Dalam
RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo/FK UNHAS
Makassar


Definisi:

        Adanya suatu bentuk diabetes melitus yang hanya ditemukan pada saat hamil dan menghilang setelah persalinan, telah disinggung oleh sarjana J Matthew Duncan pada tahun 1882. Walaupun demikian barulah pada tahun 1979 oleh National Diabetes Data Group di Amerika Serikat  dan kemudian WHO Expert Committee on Diabetes Mellitus  pada tahun 1980 mencantumkan diabetes gestasi dalam klasifikasinya sebagai bentuk diabetes melitus tersendiri.

  Sebelum tahun 1984 diabetes gestasi diartikan sebagai suatu gangguan toleransi glukosa yang terjadi sebagai akibat kehamilan dan akan kembali normal dalam waktu enam minggu pasca persalinan. Mengacu pada definisi tersebut, beberapa kesulitan akan ditemukan yaitu a) diabetes gestasi baru dapat didiagnosis setelah enam minggu pasca persalinan, yaitu apabila toleransi glukosa kembali normal dan b) dalam prakteknya tidaklah mudah untuk memanggil kembali para ibu setelah persalinan untuk dikontrol kembali dengan melakukan tes toleransi glukosa oral.

    Oleh karena itu di tahun 1984 pada Second International Workshop-Conference on Gestational Diabetes Mellitus di Chicago Amerika serikat telah disepakati suatu definisi yang baru sbb : diabetes gestasi adalah suatu intoleransi karbohidrat yang terjadi atau pertama kali diketahui pada saat kehamilan berlangsung. Pada definisi ini tidak dipersoalkan lagi apakah penderita tersebut mendapat pengobatan insulin atau hanya diet saja. Dengan definisi ini berarti diagnosis diabetes gestasi dapat dibuat saat kehamilan. Sampai saat ini definisi inilah yang diterima secara umum.

kekerapan diabetes gestasi menurut beberapa peneliti

     Data kepustakaan menunjukaan bahwa kekerapan diabetes gestasi sangat bervariasi (Lihat Tabel 1). Perbedaan angka kekerapan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain cara skrining, kriteria diagnosis yang dipakai, materi yang dipilih untuk skrining. Selain itu ada perbedaan kekerapan menurut ras tertentu.

     Oats,  membandingkan dua kriteria diagnosis diabetes gestasi yaitu kriteria WHO dan kriteria Mercy Maternity Hospital yang dipakai di klinik mereka. Ternyata dengan materi skrining Yang sama apabila mempergunakan definisi diabetes melitus menurut kriteria WHO maka angka kekerapan diabetes gestasi hanya 0,4% sedang dengan kriteria mereka angka kekerapan mencapai 2,4%.






















Sumber: Weia PAM: Gestational diabetes: A survey and the Graz approach to diagnosis and therapy. In Weiss PAM, Coustan DR (eds)”Gestational Diabetes”, Springer-verlag, Wien, 1988, 1-58.


    Skrining pada kelompok yang tergolong resiko tinggi pada umumnya menemukan angka yang lebih tinggi dibanding mereka yang tanpa memiliki faktor resiko. Dietrich  menemukan angka kekerapan dua kali lebih banyak pada mereka dengan resiko tinggi dibandingkan mereka yang tanpa faktor resiko, yaitu masing-masing 4,2% dan 2,1%.

    Adam yang melakukan skrining pada 2074 wanita hamil menemukan angka kekerapan pada mereka dengan faktor resiko sebesar 3,0%, sedang pada mereka tanpa faktor resiko hanya 1,2%. Perbedaan etnis juga mempengaruhi angka kekerapan. Hal ini telah dibuktikan oleh Gyaneshwar yang meneliti dua kelompok etnis yang berbeda dikepulauan Fiji. Pada penduduk asli Fiji diabetes gestasi hanya ditemukan sebesar 0,6% sedang pada mereka yang keturunan India angka kekerapan diabetes gestasi jauh lebih besar yaitu 6,0%.

     Walaupun dalam kepustakaan terdapat kekerapan diabetes gestasi sangat berbeda, ternyata apabila cara skrining dan kriteria diagnosis mempergunakan cara yang sama atau hampir sama maka angka kekerapan tidaklah banyak berbeda. Dengan mempergunakan cara skrining dan kriteria dari O’Sullivan-Mahan, pada umumnya kekerapan diabetes gestasi tidak banyak berbeda yaitu berkisar antara 1,5-3,0%.

      Di Indonesia penelitian mengenai diabetes gestasi telah dirintis di klinik kami sejak tahun 1985. Skrining diabetes gestasi telah dilakukan juga di beberapa sentra pendidikan lainnya yaitu Yogyakarta, Surabaya dan Padang. Dengan mempergunakan cara skrining dari O’Sullivan dan Mahan angka kekerapan tidak banyak berbeda (Tabel 2). Syahbuddin  satu-satunya yang mempergunakan kriteria diagnosis dari WHO, dimana dari 109 wanita hamil tidak satupun terdiagnosis sebagai diabetes gestasi, sedang toleransi glukosa terganggu ditemukan sebanyak 5,5%.














Rujukan Kepustakaan


1.   National Diabetes Data Group: Classification and diagnosis
     of diabetes  mellitus and other categoris of glucose
     intolerance. Diabetes 28: 1039-1057,  1979.
2.   WHO expert committee on diabetes on diabetes mellitus.
     Second report. Technical report series 1980,646: 7
3.   Oats JM, Beischer NA: Gestational diabetes. Aust NZJ Obstet
     Gynaec 26: 2-9, 1986.
4.   Dietrich ML, Dolnicec TF, Rayburn W: Gestational diabetes
     screening in  private, Midwestern American population. Am J
     Obstet Gynecol 156: 1403-1408,  1987.
5.   Adam JMF: Survei diabetes melitus pada wanita hamil.
     Penelitian Universitas   Hasanuddin, Makassar, 1985
6.   Gyaneshwar R: The prevalence of gestational diabetes in 
     Fiji. 13th  International diabetes federation cingress. 
     Sattelite symposium in diabetes  and pregnancy, Auckland New
     Zealand 1989, Abstract p 42.
7.   Weiss PAM: Gestational diabetes: A survey and the Graz
     approach to diagnosis  and therapy. In Weiss PAM, CoustanDR
     (eds)”Gestational Diabetes”, Springer- Verlag Wien, 1988,
     1-58.
8.   Abadi A, Padang F: Diabetes melitus gestasi di RSUD dr.
     Soetomo Surabaya.  Majalah Obstetri dan Ginekologi 2:
     161-178, 1992.
9.   Soewoto S, Asdie AH, Wiyono P: Diabetes gestatsional pada 
     tiga rumah sakit. Kumpulan Naskah KOPAPDI VIII, Yogyakarta,
     1990, 584-589.
10.  Syahbuddin S: Intoleransi glukosa pada wanita hamil di
     Kotamadya Padang. Acta Medica Indonesia, XX 1,457-463, 1993.



        Bersamaan dengan dipublikasikannya artikel ini,  kami ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan para pembaca yang tidak dapat mengakses beberapa  ebook melalui  link download ebook yang tersedia di Blog kami hal itu disebabkan oleh karena link yang ada belum kami perbaharui atau kami ganti. Untuk itu dalam 2 hari kedepan kami akan memperbaiki beberapa link download yang ada, sehingga ebook yang tersedia dapat di download seperti sedia kala. Demikianlah pemberitahuan dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © Dokter Network Angk 97